Sunday, May 26, 2013

Khasiat Apu-Apu atau Kiapu

Daun apu-apu atau Kiapu/Kiambang dalam bahasa Sunda dan nama ilmiahnya adalahPistia stratiotes L merupakan tanaman yang biasa kita jumpai di kolam-kolam ikan atau di rawa-rawa.   Tanaman ini hidup mengambang di permukaan air sedangkan akarnya menjuntai kebawah di bawah permukaan air.    Selain untuk penghias kolam ikan anda, tanaman ini banyak mengandung khasiat obat yang bermanfaat untuk keluarga dirumah.

Sifat dan Khasiat :
Rasa herba Apu-apu pedas, bersifat sejuk, berkhasiat antirematik, antiradang, peluruh keringat (diaforetik), dan peluruh kencing (diuretik)

Kandungan Kimia :
Mengandung flavonoid, tanin, dan polifenol.

Bagian yang Digunakan :
Daun tanpa akar. Bisa digunakan yang masih segar atau yang telah dikeringkan.

Indikasi :
Herba Apu-apu dapat digunakan untuk pengobatan : 
1. flu, demam, batuk rejan,
2. pegal linu (reumatism), bengkak terbentur (memar),
3. bengkak (edema), kencing terasa nyeri (disuria),
4. kencing nanah,
5. gatal alergi (urtikaria), gatal-gatal (pruritus),
6. disentri
7. penyakit kulit seperti bisul
Cara Pemakaian
Untuk obat yang diminum, rebus daun sebanyak 10-15 g.
Pemakaian luar, bisa digunakan untuk pengobatan eksim, panu dan radang kulit yang bernanah. Caranya, giling halus herba, lalu peras. Air perasan di gunakan untuk mengompres. Dapat juga dengan merebus daun segar. Sesudah dingin, air digunakan untuk membasuh bagian yang sakit.
Contoh Cara Pemakaian :
- Demam
Cuci daun Apu-apu segar sebanyak 15 lembar, lalu rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan bagi untuk dua kali minum pada waktu pagi dan sore.
Catatan : 
- Wanita hamil dilarang meminum rebusan apu-apu.
- Bagian akar sedikit toksik. Untuk diminum, gunakan bagian daun, sedangkan bagian akar dibuang

Read more

Sunday, May 12, 2013

Manfaat Semanggi Gunung (Calincing)

Calincing atau Semanggi Gunung adalah tanaman liar yang mudah ditemukan disekitar kita. Nama Ilmiah calincing adalah Oxalis corniculata.  Sekilas penampilan tanaman ini mirip dengan semanggi, dari bentuk daunnya. Calincing adalah tanaman kecil penutup tanah yang punya bunga berwarna kuning. Daunnya berbentuk hati dan ada tiga helai pada ujung tangkai daunnya.

Efek farmakologis dari Calincing adalah rasa asam, sejuk. Bersifat penurun panas, menetralisir racun, antibiotik, anti-inflamasi, penenang, menurunkan tekanan darah. 
calincing adalah sebutan dari daerah Jawa barat sedang di daerah lain punya nama berbeda antara lain Mala-mala (Maluku); Semanggen, semanggi gunung, cembicenan (Jawa); Daun asam kecil lela, semanggi (Sumatra); Cu jiang cao (China).
Untuk Pengobatan dengan menggunakan daun Semanggi Gunung harus berhati-hati tidak boleh terlalau banyak karena kandungan asam oksalat yang tinggi bisa bersifat racun. 
Contoh Pemakaian Daun Semanggi Gunung:
1. Hepatitis Kronis
Bahan 30 gr. - 40 gr. tanaman ( daun / batang).
Cara : rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. setelah dingin minum sehari 2 kali masing masing 1/2 Gelas.

2. Luka, koreng, gigitan serangga, biang keringat, eczema, luka bakar, bisul
Cara : Tanaman segar dilumatkan, dipakai pada bagian badan yang sakit.

3. Bau Mulut
Seduh Semanggi Gunung yang masih segar dengan air panas.  dinginkan dan dipakai untuk obat kumur pada radang mulut, menghilangkan bau mulut.


4. Sariawan, 
Bahan 30 gr. - 40 gr. tanaman ( daun / batang).
Cara : rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. setelah dingin minum sehari 2 kali masing masing 1/2 Gelas.

5. Diare
Bahan 30 gr. - 40 gr. tanaman ( daun / batang).
Cara : rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. setelah dingin minum sehari 2 kali masing masing 1/2 Gelas. 

Read more

Friday, April 26, 2013

KHASIAT KEMBANG MERAK

Kembang Merak lebih dikenal sebagai tanaman hias karena warna bunganya yang cantik berwarna-warni  laksana seekor merak yang menari dengan bulunya yang megar. Tanaman perdu ini tumbuh pendek dengan bunga berwarna merah dan kuning. 
Di beberapa provinsi di Indonesia, tanaman kembang merak memiliki nama lokal sendiri. Di daerah Sumatera dikenal dengan sebutan kembang kacang, bunga Cina, jingek. Sementara di Jawa disebut kembang patra kombala, di Sunda disebut merak-merakan, kembang ngigel, patra menggala, kembang abang. Di Menado, kembang merak disebut juga bunga kacang.

Kandungan Kimia
Kandungan kimia kembang merak, pada bunganya ada asam gallat, asam benzoat, resin. Sedangkan pada daunnya terdapat alkaloid, tannin, glocisida, kalsium oksalat, dan batangnya terdapat plumbangin, lumbagol, zat sannak, alkaloid, saponin, tannin, resin, kalsium dan oksalat.

Manfaat Untuk Pengobatan 
Manfaat Bunga dari tumbuhan kembang merak dapat digunakan untuk mengobati menstruasi yang tidak lancar, mata merah, luka terpukul, memar, panas, kejang pada anak-anak dan lainnya. Sedangkan kulit kayunya digunakan untuk mengobati diare, kejang pada anak, dan lain-lain. Akarnya digunakan untuk mengobati demam, panas dan kejang pada anak-anak, dan daunnya bermanfaat untuk mengatasi perut kembung, sariawan, demam, penyakit kulit. Buahnya digunakan untuk mengobati diare, disentri dan lain-lain.


Contoh Ramuan Kembang Merak Untuk Berbagai Penyakit 

Untuk pemakaian luar tumbuhan kembang merak dibersihkan lalu dihaluskan dan dibalukan pada bagian yang sakit. Pada pemakaian dalam, gunakan 3-5 gram bunga kembang merak kering atau 15-30 gram daun segar, direbus lalu disaring dan airnya diminum. 
1. Kejang pada anak.
Bila anak terserang kejang, gunakan 5 kuntum bunga kembang merak, 20 gram daun kembang merak, 3 jari akar dan 3 jari kulit batang yang telah dicuci lalu ditumbuh halus. Kemudikan tambahkan air garam secukupnya, balurkan dan gosokkan pada bagian leher, punggung dan kaki anak.
2. Sariawan
Untuk mengobati sariawan, dapat menggunakan 15 gram daun kembang merak direbus dengan air secukupnya hingga mendidih, lalu disaring dan airnya digunakan untuk berkumur-kumur.
3. Perut Kembung 
Mengobati perut kembung,  ambil 15 gram daun kembanng merak segar, alang-alang, bawang putih secukupnya ditumbuk hingga halus, tambahkan air secukupnya, kemudian dibalurkan pada perut yang kembung.
4. Luka Memar 
Bila menderita memar akibat terpukul, gunakan bunga kembang merak secukupnya, dihaluskan, kemudian balurkan pada bagian yang sakit.

Contoh Ramuan Kembang Merak Untuk Pemakaian "Dalam" dengan diminum 
1. Panas Demam 
Untuk mengobati panas demam, dibutuhkan 3-5 gram bunga kembang merak kering direbus dengan 200 cc air hingga tersisa 150 cc kemudian disaring dan airnya diminum.
2. Radang Hati
Bila menderita radang hati, gunakan 15-30 gram daun serut atau mirten, lalu direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian disaring dan airnya diminum selagi hangat.
3. Diare
Untuk mengobati diare, dapat gunakan 15 kulit batang tumbuhan kembang merak yang ditumbuh halus lalu diseduh dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian disaring dan airnya diminum selagi hangat. 

Read more

Friday, April 12, 2013

Khasiat PARIJOTO


Dari hasil penelitian terhadap khasiat Parijoto secara ilmiah,  bagian tanaman Parijoto mengandung  kardenolin,saponinflavonid (terutama pada buah) dan tanin(terutama pada daun).  Parijoto sangat baik untuk penambah nutrisi bagi ibu yang sedang mengandung. Umumnya para ibu hamil   mengonsumsi parijoto setelah usia kandungan memasuki lima bulan ke atas.  Namun, bisa juga dikonsumsi  pada usia kehamilan mulai dua sampai dengan tiga bulan.  
Parijoto ini punya nama ilmiah Medinella speciosa L. yang termasuk dalam famili Melastomataceae. 
Bagian yang digunakan :
Daun dan buah dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan.
Khasiat/manfaat Parijoto untuk obat  antara lain:
Penyubur kandungan: 
langsung memakan buahnya yang sudah matang.
Obat sariawan : 
buah parijoto segar sebanyak 5 gram, dicuci, ditumbuk halus dan larutkan dalam 100 ml air matang kemudian gunakan untuk berkumur-kumur, sedangkan sisanya diminum.
Obat diare : 
daun parijoto segar sebanyak 20 gram, dicuci direbus. dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 menit, disaring, setelah dingin diminum 2 kali sehari pagi dan sore.
Obat kolesterol:
langsung memakan buahnya yang sudah matang.
Tanaman Parijata/Parijoto banyak dijumpai tumbuh secara liar atau ditanam dipekarangan penduduk di daerah pegunungan di Jawa yang berhawa sejuk.  Parijata dibaca Parijoto ini mempunyai keunikan tersendiri.  Penampilan Parijoto ini cantik dan berbuah ungu bulat bergerombol yang sangat menarik. Sekarang ini banyak dijual sebagai tanaman hias dalam pot. Parijoto sudah lama digunakan sebagai tanaman obat terutama di daerah pegunungan di pulau Jawa.  Penggunaan secara tradisional Parijoto terutama dijumpai di daerah Kudus Jawa tengah, ini berkaitan dengan kisah Sunan Muria yang memberikan buah parijoto secara rutin untuk istrinya yang sedang hamil, dan tatkala si bayi lahir di dunia kulitnya bersih dan sangat sehat. yang kemudian tersiar secara luas di masyarakat. 




Read more

Tuesday, March 26, 2013

MANFAAT RACUNAN/KASTUBA

Tanaman Racunan alias Kastuba secara fisik punya nilai keindahan tersendiri, dimana pada ujung daunnya berwarna merah menyala nan cantik, tidak aneh jika nama ilmiahnya adalah Euphorbia pulcherrima, pulcherrima sendiri artinya cantik.  Racunan sangat umum ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan rumah.  Konon asal tanaman ini dari benua amerika tepatnya di daerah meksiko. 

Khasiat
Seluruh bagian tumbuhan, daun, bunga, getah, akar Racunan, dapat digunakan sebagai obat disentri, paru-paru, infeksi kulit, patah tulang, bengkak karena terpukul, luka luar, melancarkan haid dan melancarkan ASI,

CARA PEMAKAIAN Untuk obat yang diminum, gunakan 10-15 g bahan yang direbus.Untuk pemakaian luar, giling daun segar secukupnya sampai halus, lalu turapkan kebagian yang sakit, seperti radang kulit, erisipelas, luka berdarah, bengkak karena terbentur (memar), dan bengkak karena tulang patah.

1. Sakit Kulit, Luka, memar
untuk pemakaian luka luar seperti radang kulit, erisipelas, luka berdarah, bengkak(memar), daun kastuba secukupnya lalu giling sampai halus, terapkan pada bagian yang sakit lalu balut, ganti2-3 kali sehari.
2. Pelancar ASI
Untuk melancarkan Asi, cuci bunga kastuba segar sebanyak 10 g, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas, saring lalu minum sehari 2 kali, masing-masing setengah gelas.

Tanaman Racunan sesuai namanya, adalah beracun, getahnya sangat iritatif, jika mengenai kulit sering menimbulkan lepuh kecil(vesikel). Jika digunakan sebagai obat untuk diminum, menyebabkan muntah dan diare, jangan melebihi dosis yang dianjurkan.

Read more

Tuesday, March 12, 2013

KHASIAT JAMBU MAWAR

Jambu Mawar mungkin anda pernah dengar, namun belum pernah melihatnya secara langsung. Jambu Mawar ini termasuk tanaman yang sudah jarang dijumpai.  Jambu mawar secara ilmiah punya nama latin Syzygium jambos atau sinonimnya Eugenia jambos.  Dari sisi rasa memang buah jambu mawar kalah rasa dibanding dengan jambu air.Bentuk buah jambu mawar ini adalah perpaduan antara jambu biji dan jambu air, sekilas mirip jambu biji, namun jika dibuka mirip dengan jambu air. 
Disebut Jambu Mawar karena punya bau yang harum yang kuat mirip dengan bungan mawar.  Jambu mawar sering ditanam sebagai pohon pelindung karena daunnya tidak mudah rontok, terutama di kawasan keraton di Jawa.

Kandungan kimia :
Daun, buah dan kulit batang Syzygium jambos mengandung saponin, di samping itu daun dan buahnya juga mengandung polifenol, buah serta kulit batangnya mengandung flavonoida sedang kulit batangnya mengandung tanin.  Bunga yang diawetkan, dibuat obat tradisional pendingin dan penenang. Kulit kayu dan bijinya juga dimanfaatkan untuk mengobati diare, disentri dan demam.

CEGAH NGOMPOL PADA ANAK 
Buah Jambu Mawar digunakan sebagai obat untuk mencegah kebiasaan ngompol pada anak-anak. Untuk mengatasi kebiasaan ngompol digunakan ± 10 buah Eugenia jambos, atau Buah Jambu Mawar dicuci dan dicacah halus lalu diberi sepotong kecil gula jawa dan direbus dengan 1 gelas air sampai air rebusannya tinggal setengah, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminumkan sekaligus.

Pembersih kandungan 
Buah jambu mawar dikonsumsi para ibu-ibu sebagai pembersih kandungan setelah melahirkan tidak normal (sesar). 

Read more

Tuesday, February 26, 2013

Daun GENJER

Tanaman genjer atau bahasa ilmiahnyaLimnocharis flava oleh ahli botani dimasukkan dalam kategori tanaman gulma.  Nah kalau anda pernah belajar biologi dan pernah lihat buku atlas tumbuhan gulma ada tanaman genjer masuk salah satunya.  Genjer pernah ngetrend di Jawa sekitar pada jaman "gestok" saat paceklik melanda sebagai sayuran, bahkan ada lagunya lho...genjer-genjer.  Nah kalau lihat filmnya Soe hoek Gie ada tuh soundtracknya genjer-genjer.  Tanaman genjer biasanya tumbuh di daerah persawahan, rawa-rawa, saluran irigasi, pokoknya di daerah yang tergenang air.  Sepintas lalu genjer mirip dengan eceng gondok namun kalau diperhatikan sangat berbeda. Kalau eceng gondok mengapung maka akar genjer masuk ke dalam lumpur.   

Karena identik dengan kaum marginal sayuran potensial ini seolah dilupakan dan tidak ada yang membudidayakannya.  Padahal menurut penelitian ilmiah, Genjer banyak mengandung unsur gizi yang diperlukan tubuh. Dalam 100 gr genjer mengandung energi 39 kkal, protein 1.7 g, karbohidrat 7.7 g, kalsium 62 mg, fosfor 33 mg dan zat besi 2.1 mg. Selain itu kaya akan serat yang baik untuk menjaga saluran sistem pencernaan. Jika rajin mengkonsumsi sayuran ini, bisa mencegah kanker kolon dan Sembelit alias BAB tidak lancar.  Daun dan bunga genjer berkhasiat untuk menambah nafsu makan hingga cocok untuk anak anda yang dalam masa pertumbuhan.  Genjer termasuk sayuran yang lezat, dan kalau mau diolah cocok dijadikan tumis, lalap, sayur pecel, campuran gado-gado atau dibuat sayur bobor nan lezat dan berkhasiat.

Read more
 

Segar Alami Design by Insight © 2009